Thought via Path

Sahabatku, tenangkan hatimu. hilangkan keraguanmu. Tataplah kedepan, banyak jalan dan rintangan yang masih akan kau lalui, jangan berhenti untuk melangkah ke waktu yang lalu, sebab waktu yang sudah berlalu tidak dapat dirubah lagi, sudah dimateraikan, dan tak dapat diulang. sekali lagi majulah. jangan karena kau hebat, kau bisa mengulang semuanya itu dalam pikiranmu, dalam khayalmu. memang kau bisa, tapi kau tau tidak, itulah yang mengikatmu, membuatmu tidak melangkah kedepan melainkan berhenti tak melakukan apa-apa. Sahabatku yang berlalu itu merupakan lapisan-lapisan hidupmu seperti lapisan batu bata dalam membangun suatu dinding suatu rumah. lapisan pertama selesai, lanjutlah kelapisan kedua dan seterusnya hingga selesai itu rumah atau bangunan apapun itu yg mengartikan itulah wujudmu dimasa yang akan datang. Jadi jika kau tidak melangkah dan berhenti di sini terlihat jelaslah masa depanmukan? tidak ada masa depan bagimu, tidak ada keberhasilan bagimu. Jadi maukah kau seperti itu?. Aku rasa kau tidak mau.. oleh karena itu berdirilah, tersenyumlah, bahagialah, dan ayo kita melangkah, masih banyak mimpi yang perlu kita gapai, yakan..? sebagai dirimu yang ada di dalam hatimu yg paling dalam, akukan mendukungmu, mari kita banggakan setiap orang yg mengenal kita, orang yang kita kenal, orang yang gk mengenal kita, dan orang yang tidak kita kenal. Bapak Mama kita, saudara-saudari kita, terutama Tuhan kita, okeyy.. percayalah akan Tuhanmu yang menyertaimu, akan aku yaitu dirimu sendiri…kesuksesan kita Udah disediakan Tuhan didepan, sekarang kita hanya tinggal melangkah saja, berdoa dan berusaha„„ingat dengan gigihyahhh….inilah semangatku dari aku, dirimu sendiri. aku akan selalu ada jika kau butuh. Mulia Novendro Damanik, aku menyayangimu…. – Read on Path.